Senin, 23 April 2018

SOFTKILL : VENDING MACHINE

SOFTSKILL: Vending Machine
Cara Isi Ulang THB Commuter Line di Commuter Vending Machine

Cara Mengisi Ulang THB Commuter Line di Vending Machine Commuter. Ada pengalaman belum lama ini saat mau mengisi ulang tiket kartu kereta api commuter line yang ada di Stasiun Pondok Cina, bila beberapa saat lalu kita menjalankan pengisian ataupun pembelian lewat loket kini telah ada commuter vending machine. Bingung juga saya, karena tak tahu cara mengisi ulang THB commuter line di mesin semacam ini. Bagi konsumen commuter line Jabodetabek pasti sudah tahu arti dari THB, ya THB adalah Tiket Harian Berjamin pengganti dari Tiket Harian Single Trip untuk sekali perjalanan KRL dan dipakai untuk terhindar dari kartu single trip yang sering hilang. Kedatangan commuter vending machine yang ada di setiap stasiun kereta, ada yang senang karena bisa mengurai antrian ketika pembelian tiket baru ataupun pengisian ulang.

Tahap-Tahap Isi Ulang di Vending Machine
  1.  Silahkan masukin kartu tiket commuter line di posisi yang paling kanan.
  2.  Tap ataupun klik menu isi ulang THB, bila mau refund ataupun ambil jaminan kartu silahkan     tap yang di bagian bawah.
  3.  Karena saya Depok dari Stasiun Pondok Cina jadi pilih Depok sebagai tujuan.
  4.  Masukan uang pada kotak yang disediakan seperti ketika memasukan tiket.
  5. Lihat di layar monitor apa sudah benar atau belum stasiun tujuan, jika betul silahkan tap Proses.
  6. Tunggulah hingga proses isi ulang THB kamu kelar, proses ini tak memakan waktu lama maka setelah beres bisa ambil lagi tiket kartu commuter line kamu.
  7. Nah sebab saya memasukkan uang kertas senilai Rp. 10.000 maka bakal dikembalikan pulang Rp.7000 berdasarkan biaya dari stasiun Pondok Cina ke Depok ialah Rp.3000 dan ambil di sebelah kiri kotak ambil kembalian dari uang tadi.

Pembayaran tiket kartu Commuter Vending Machine dapat dilakukan dengan uang kertas serta koin tapi kamu mesti memperhatikan nominalnya sebagaimana di bawah ini.
  • Koin minimal nominal Rp. 500 dan Rp. 100
  • Uang kertas minimal nominal Rp. 2000, 5000, 10.000, serta Rp. 20.000

Berikut tutorial video di bawah ini

Selasa, 09 Januari 2018

Tugas Softkill ke 3 tentang proposal proyek TI

PROPOSAL PROYEK TI APLIKASI PERANGKAT LUNAK

DISUSUN OLEH :
NAMA : ASEP SUJIONO
KELAS : 3KB04
NPM : 21115084
MATKUL : MANAJEMEN PROYEK&RESIKO#

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
       Perusahaan pembiayaan dalam pembiayaan kendaraan bermotor yang pembayarannya secara angsuran oleh konsumen, melakukan pengikatan atas kendaraan itu sebagai jaminan fidusia. UU No. 42 Tahun 1999 tentang Undang-Undang Jaminan Fidusia (UUJF) mewajibkan jaminan fidusia dengan akta notaris dan didaftarkan pada lembaga pendaftaran fidusia untuk memperoleh sertifikat jaminan fidusia. Akan tetapi perusahaan pembiayaan melakukan pengikatan jaminan fidusia tidak dengan akta notaris dan tidak didaftarkan, sehingga pengikatan itu adalah     pengikatan jaminan fidusia secara di bawah tangan. Akibatnya perusahaan pembiayaan mendapat kendala apabila debitur tidak sanggup lagi membayar angsuran sesuai yang dijanjikan (wanprestasi),yang seharusnya dapat melakukan eksekusi atas jaminan itu sebagai kreditur yang didahulukan.
Atas dasar kepastian hukum bagi perusahaan pembiayaan dan konsumen sehubungan dengan pelaksanaan transaksi fidusia, maka pada tanggal 7 Agustus 2012   terbit Peraturan Menteri KeuanganNo.130/PMK.010/2012 mengenai pendaftaran jaminan fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang melakukan pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dengan pembebanan jaminan fidusia. Dengan keluarnya peraturan ini, maka seluruh perusahaan pembiayaan harus mendaftarkan fidusia untuk setiap transaksi pembiayaannya. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa perusahaan pembia-yaan wajib mendaftarkan jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen. Pada kenyataannya, dikarenakan menumpuknya berkas maka waktu proses pembuatan akta fidusia menjadi lama. Oleh karena itu diperlukan sebuah aplikasi yang dapat mempercepat proses pembuatan akta fidusia. Dari latar belakang ini maka perlu dibuat aplikasi yang dapat memudahkan pembuatan akta fidusia, sehingga transaksi pembiayaan dapat terjadi dengan cepat dan menguntungkan antara kedua belah pihak perusahaan dan konsumen.
1.2 Tujuan Proyek
1.       Mempercepat proses pembuatan akta fidusia motor
2.       Meningkatkan kinerja notaris dan perusahaan pembiayaan
3.       Membantu pemerintah dalam meningkatkan akan ketaatan dan keteraturan hukum
1.3 Ruang Lingkup
1.       Aplikasi ini dapat mengkonversi data dari form ke dalam bentuk dokumen dan membantu mencegah terlewatnya data untuk dimasukkan ke dalam dokumen akta.
2.       Aplikasi juga dapat melakukan konversi untuk nama hari dan bulan berdasarkan data tanggal serta membentuk kalimat terbilang untuk tanggal, waktu, dan harga.
2.1 Nama Perangkat Lunak
            “Fidusia Assistant”
2.2 Metodologi Pengerjaan
1.       Analisa Permasalahan : Analisa dilakukan untuk mendapatkan pokok permasalahan yang ingin dipecahkan berdasarkan pembahasan mengenai akta fidusia khususnya untuk kendaraan bermotor.
2.       Perencanaan Aplikasi : Perencanaan dari aplikasi dilakukan dimulai dari penentuan jenis aplikasi, software pembantu dalam membuat aplikasi, penentuan output atau hasil dari aplikasi, dan software yang mendukung pengolahan hasil dari aplikasi yang berjenis dokumen.
3.       Implementasi : Implementasi dilakukan setelah rancangan program telah terbentuk. Pada tahap ini akan dijelaskan langkah-langkah pembuatan aplikasi secara spesifik yaitu dalam hal pemrograman dan penjelasan logika dari program itu sendiri.
4.       Uji Coba Aplikasi : Setelah aplikasi selesai dibuat, perlu dilakukan sebuah uji coba untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kesalahan yang tak terduga saat perancangan aplikasi. Proses uji coba dilakukan pada aplikasi yang telah selesai mendapatkan implementasi script program.
5.       Pengaplikasian dan perawatan : Setelah kami selesai melakukan uji coba dalam lingkungan kami, maka akan dilakukan uji coba lapangan dengan mengaplikasikan program ke dalam lingkup perusahaan.


BAB II ISI


2.3 Rincian Sistem
             Untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan secara lebih detail maka direpresentasikan dengan menggunakan sequence diagram, yang menjelaskan secara  detail apa yang dilakan program dalam membuat akta fidusia nantinya.
Tahapan yang berlangsung antara pengguna dengan aplikasi ini dan juga antara aplikasi dengan Microsoft Word sebagai pendukung dalam mendapatkan output hasil proses aplikasi. Pertama pengguna akan membuka aplikasi dan aplikasi merespon dengan menampilkan form kepada pengguna. Selanjutnya pengguna dapat mengisi data ke dalam form dan kemudian melakukan pengecekan kelengkapan data yang telah diisi dengan menggunakan tombol cek data pada form. Ketika tombol cek data diklik, program akan melakukan proses pengecekan kelengkapan data.Jika ternyata data tidak lengkap, akan tampil peringatan kepada pengguna dabsaat data dinyatakan lengkap, tombol proses akan diaktifkan sehingga memungkinkan untuk diklik oleh pengguna. Tahap selanjutnya adalah pengguna dapat menekan tombol proses yang telah aktif. Ketika tombol proses ditekan, program akan memanggil Microsoft Word untuk persiapan menghasilkan output bagi pengguna. Selanjutnya program akan memerintahkan Microsoft Word untuk membuka template akta. Saat template telah terbuka, program memerintahkan Microsoft Word untuk melakukan proses replace antara keyword dalam template dengan data yang terdapat pada form. Program akan memerintahkan Microsoft Word untuk melakukan proses penyimpanan dokumen yang telah mengalami perubahan-perubahan tadi.Tahap akhir adalah Microsoft Word menampilkan hasil pemrosesan yang telah dilakukan oleh aplikasi kepada pengguna.

2.4 Teknologi yang Digunakan
Untuk membangun aplikasi ini kami menggunakan perangkat keras dengan rincian sebagai berikut :

1.      Sony Vaio vpacaa15fg
2.      Processor Intel(R) Core(TM) i5-2410M
3.      CPU @ 2,30GHz 2,3 GHz
4.      Kapasitas RAM 4GB
5.      Harddisk 512 GB
6.      VGA Card ATI Radeon 1GB
Sedangkan untuk perangkat lunak yang kami gunakan adalah :
1.      Visual Studio 2012
2.      Microsoft Word 2010
3.      Windows 7





2.5 Susunan Kepanitiaan
2.6 Rincian Biaya

Adapun untuk pembiayaan terdiri dari dua macam kebutuhan perangkat lunak dan kebutuhan kepegawaian :
1.kebutuhan perangkat lunak
2.Kebutuhan Kepegawaian













BAB III
PENUTUP




Demikian proposal pembuatan perangkat lunak ”Fidusia Assistant” ini kami buat dan ajukan kepada perusahaan anda. Mengingat betapa pentingnya fidusia bagi kelangsungan transaksi pembelian kendaraan terutama motor dengan sistem angsuran, maka perlu adanya perangkat lain yang dapat menunjang kebutuhan yang mendesak dan sangat penting ini. Zaman sekarang semua hal harus dilakukan dengan cepat, tidak terkecuali pembelian kendaraan dengan cara mengangsur. Karena itu perusahaan kami menjamin dengan adanya perangkat lunak ini dapat mempermudah pengerjaan akta fidusia, sehingga perusahaan pembiayaan dan notaris dapat bekerja dengan lebih efisien melayani masyarakat.
Terima kasih atas perhatiannya, kami harapkan tanggapan dan kerja samanya.

REFERENSI
- http://tonenet.files.wordpress.com/2010/12/proposal1.pdf
-  http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
-  http://www.rakitan.com/

SUMBER
http://rezaciprulkun.blogspot.co.id/2014/01/proposal-pembuatan-e-learning.html
https://fransmandidi.wordpress.com/2015/01/19/contoh-proposal-proyek-ti/










Minggu, 12 November 2017

Tugas Softkill Ke 2 Package Implementation Projects dan Consultancy and Business Analysis Assignments

Package Implementation Projects
Package implementation projects adalah suatu kegiatan atau proyek yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumberdaya yang terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan suatu tugas berupa implementasi paket proyek. Paket proyek disini berupa paket software yang dibeli, di instal, dan dikonfigurasi layaknya kita membeli satu set laptop beserta driver dan software-softwarenya.

Tantangan package implementation projects dibagi menjadi 4 scope :
Untuk customer, kesulitan memilih paket software yang benar pada saat pembelian produk merupakan sebuah tantangan. Kebanyakan customer tidak tahu menahu tentang kebutuhan software yang harus mereka instal pada laptop mereka. Yang penting di laptop mereka sudah terinstal banyak software yang notabene bukan software sesuai kebutuhan mereka.
Untuk supplier, penyesuaian terhadap software apa yang diinginkan customer adalah sebuah tantangan. Memadukan paket software yang ada dengan apa yang diinginkan customer terkadang menjadi kendala yang berarti untuk supplier. Kebanyakan paket software yang ada tidak sespesifik sesuai keinginan customer. Sehingga mau tidak mau customer merasa dirugikan dan kecewa karena harus menggunakan system(software) baru bukan software sesuai keinginan mereka.
Untuk customer dan supplier, kendala ada di pengintegrasian paket software baru dengan sistem(software) lain yang telah ada. Butuh waktu dan analisa untuk mendapatkan requirement baru terhadap software yang baru dengan software yang ada.
Untuk manager, tantangan ada di pengelolaan seri dari sub project-paket kustomisasi dan tailoring, memastikan apakah supplier benar-benar memproteksi software yang dibuat terhadap berbagai klaim atas software tersebut. Dan juga menjaga atau mempertahankan pembeli dan pengguna dari paket software tersebut.
Contoh study kasus dari package implementation projects, terdapat seorang pelanggan yang ingin dibuatkan sebuah software sesuai keinginan dia. Dari pihak perusahaan software sendiri membuatkan requirement-requiremen yang dibutuhkan sesuai keinginan customer. Namun, software tidak langsung dibuat baru melainkan memakai software yang ada dan kemudian diintegrasikan sesuai kebutuhan customer.
Untuk memanage proyek TI diatas tentunya harus ada pengintegrasian antara komponen paket software yang ada dengan software sesuai kebutuhan customer. Sehingga nantinya pihak customer puas, dan pihak perusahaan software mendapat keuntungan.

Consultancy and Business analysis assignments
Pengertian dari Consultancy and Business analysis assignments adalah sebuah tipe project IT yang pengembangannya atau manajer proyeknya melakukan penggalian data terhadap kliennya seperti halnya seorang consultan dan analis system. Mereka melkukan invertigasi dari isu-isu bisnis yang sedang dihadapi kliennya dan pada akhirnya akan mengusulkan penyelesaian masalnya menggunakan sebuah teknologi informsi. Meraka (manajer project) harus juga bisa mengumpulkan informasi dari sudut pandang klienyya meskipun sangat sulit dan membingungkan.
Tantangan
Dalam project seperti ini, tantangan yang biasanya di hadapi oleh project managernya :
1.       Proejct manager harus mampu melihat atau membayanagkan bagaimana software tersebut saat jadi nanti, senatural mungkin, harus mampu memperkirakan kesulitan yang akan dihadapi, meencanakan dan mengontrol bagaimana project tersebut akan dijalankan. Sehingga pekerjaan projectmanajer lebih dari sekedar seorang consultan dan analysis. Hal ini disebabkan karena kebutuhan dari kostumernya mungkin merupakan dari kebutuhan end costumer yang belum begitu paham dengan permasalahan yangh mereka hadapai atau menentukan solusi yang cocok.
2.       Project manajer harus mampu memberikan pengertian terhadapap kostumer bahwa project yang dia kerjakan membutuhkan biaya dan waktu yang fleksible, karena batasan permasalahn yang dihadapi belum begitu jelas.
3.       Seorang project manager harus mampu menentukan batasan dari system yang akan dibuat, karena project yang dibuat hanya berdasarkan investigasi terhadap kostumer dimana ostumer tersebut juga belum terlalu paham dengan permasalahan yang dihadapinya.

Bagaiamana Manajer Proyek Memenage Proyek IT tersebut
Bila dilihat dari proses bisnis yang terjadi, dimana costumer belum begitu paham mengenai kebutuhan apa saja yang sebernarnya dibutuhkannya, sehingga untuk mengcover ketidakjelasan kebutuhan costumer tersebut manager proyek bisa menggunakan metode prototyping. Karena metode prototyping dapat memberi gambaran sementara berupa aplikasi jadi terhadap costumer akan system yang diharapkan. Costumer tidak hanya membanyangkan saja dan costumer bisa ikat berkolaborasi dalam proyek tersebut.

Question:
What are the principal difficulties facing the manager of a consultancy or business analysis assignment? How could these be overcome?
Answer
Kesulitan utama yang dihadapi oleh seorang manager dalam proyek ini adalah manager akan kesulitan menentukan requirement yang diharapkan oleh kostumer, diarenakan dari pihak kostumer belum mampu menjelaskan kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan karena kostumer adalah orang yang awam dalam teknologi informasi. Untuk mengatasi masalah ini seorang manager bisa menerapkan metode prototyping dalam pengembangan aplikasi yang diinginkan oleh kostumer, sehingga kostumer bisa memiliki gambaran yang jelas mengenai system yang diharapkannya. Namun harus ada pembatasan pembuatan prototyping system, agar tdak pengembangannya dapat dicontrol.

Referensi
Project Management for Information Systems 5th Edition by Cadle and Yeates (halaman 3 – 11)

https://dharmawanyoga.wordpress.com/2012/02/23/tugas-02-types-of-project-consultancy-and-business-analysist-package-implementation/

Minggu, 08 Oktober 2017

Tugas Softkill Pengenalan Manajemen Proyek


    1. Latar belakang, sejarah dan motivasi mempelajari manajemen proyek khususnya TI

  • Laporan Chaos 1995
    • Penelitian Standish Group menunjukkan 31,1% mengejutkan proyek akan dibatalkan sebelum mereka pernah mendapatkan selesai.
    • Hasil lebih lanjut menunjukkan 52,7% dari proyek akan menelan biaya lebih dari 189% perkiraan asli mereka.
    • Di sisi keberhasilan, rata-rata hanya 16,2% untuk perangkat lunak proyek yang diselesaikan tepat waktu.
  • Sebuah laporan tahun 2001 menunjukkan bahwa AS menghabiskan $ 2.3 triliun untuk proyek setiap tahun.
  • belanja TI di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4% dan 6% dalam beberapa tahun mendatang.
  • Pada tahun 2003 rata-rata manajer proyek senior di US berpenghasilan hampir $ 90,000 per tahun
  • Di AS, nomor-satu realitas acara TV pada tahun 2004, menggambarkan peran manajer proyek penting dalam bisnis.


    1. Keuntungan menggunakan formal manajemen proyek

  • Kontrol yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM
  • Meningkatnya relasi dengan customer
  • Waktu pembangunan yang lebih singkat
  • Biaya yang lebih rendah
  • Kualitas lebih tinggi & meningkatnya reliabilitas
  • Keuntungan yang lebih besar
  • Meningkatnya produktivitas
  • Koordinasi yang lebih baik
  • Moral pekerja lebih baik



    1. Pengertian Proyek dan Manajemen Proyek

Proyek adalah rangkaian usaha dalam jangka waktu  tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa unik tertentu , dilaksanakan oleh manusia  dengan memanfaatkan berbagai sumber daya melalui rangkaian proses perencanaan, eksekusi dan kontrol.
Contoh Proyek :
  • Membuat desain baru kendaraan di zaman sekarang.
  • Mengembangkan produk baru
  • Membangun sebuah gedung atau fasilitas dalam sebuah lingkungan
  • Membuat perubahan dalam struktur organisasi.

  1. Proyek memiliki jangka waktu tertentu yang berarti bahwa rangkaian aktivitas tersebut memiliki titik mulai dan titik selesai yang pasti (ditargetkan).
  2. Bersifat unik yang berarti bahwa tidak ada proyek yang menghasil kan produk atau jasa yang identik.
Manajemen Proyek yaitu penerapan pengetahuan, kompetensi, keahlian, peralatan, metodologi, dan teknik didalam proses pengelolaan sebuah proyek sehingga   dapat memenuhi kebutuhan dan harapan berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) dari proyek tersebut.


    1. Kendala-kendala Manajemen Proyek

  • Proyek harus beroperasi  dalam lingkungan organisasi yang luas.
  • Manajer proyek perlu mengambil pandangan holistik atau sistem proyek dan mengerti bagaimana terletak didalam organisasi besar.

    1. Kerangka Kerja Dan Area Knowledge Manajemen Proyek

Kerangka Kerja Manajemen Proyek
  • Kerangka kerja manajemen proyek menyediakan struktur dasar untuk memahami manajemen proyek
  • Konteks manajemen proyek  menggambarkan lingkungan internal dan eksternal dimana dimana proyek tersebut beroperasi.
  • Rangkaian proses manajemen proyek  menggambarkan pandangan umum tentang bagaimana proses manajemen proyek dalam pengelolaan proyek tersebut dilaksanakan dan hubungan keterkaitan antaranya.


Area Knowledge Manajemen Proyek
    1. Pengelolaan Waktu proyek termasuk memperkirakan berapa lama memakan waktu untuk menyelesaikan kerja, membangun jadwal proyek yang dapat diterima, dan menjamin ketepatan waktu penyelesaian proyek tersebut.
    2. Pengelolaan Lingkup proyek termasuk menentukan dan mengelola semua kerja yang diperlukan untuk menyeleesaikan kesuksesan proyek.
    3. Pengelolaan Biaya proyek terdiri dari persiapan dan pengelolaan biaya untuk proyek.
    4. Proyek pengelolaan Resiko termasuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko yang terjadi di dalam proyek.
    5. Proyek SDM memperhatikan kegunaan efektif dari orang yang terkait dengan proyek itu.
    6. Project Integration management mempengaruhi dan dipengaruhioleh 8 area pengetahuan lainnya

    1. Alat dan Tehnik Manajemen Proyek

Alat dan tehnik manajemen proyek membantu manajer proyek maupun timnya dari berbagai aspek manejemen proyek.
  1. Analisis waktu, bagan Gantt, dan diagram network.
  2. Perkiraan biaya
  3. Perkiraan ruang lingkup

    1. Hubungan manajemen proyek dengan disiplin ilmu lain

  • Sebagian besar pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola proyek yang unik atau hampir unik untuk manajemen proyek (misalnya: analisis jalur kritis dan struktur kerja rincian). Namun PMBOK tidak tumpang tindih dengan disiplin manajemen yang lain nya.
  • Manajemen umum meliputi perencanaan, pengorganisasian, staf, melaksanakan, dan mengendalikan operasi perusahaan berlangsung. Manajemen umum juga termasuk mendukung disiplin ilmu seperti pemrograman computer, hukum, statistic dan teori probabilitas,logistic dan personel. PMBOK ini tumpang tindih manajemen umum di banyak daerah- prilaku organisasi, peramalan keuangan, dan teknik perencanaan.
  • Daerah aplikasi adalah kategori proyek yang memeiliki elemen umum yang signifikan dalam proyek tsb namun tidak dibutuhkan hadir dalam semua proyek. Daerah aplikasi didefinisikan dalam hal :
    1. Teknis elemen, seperti pengembangan perangkat lunak, farmasi atau teknik kontruksi.
    2. Manajemen elemen, seperti kontrak pemerintah atau pengembangan produk baru.
    3. Industry kelompok, seperti otomotif, kimia, atau layanan keuangan

    1. Bagan gantt, diagram network dan alat manajemen proyek enterprise

Diagram Network
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEP9aRPr_3suyoZA73Gp2wBR1XETVdiqh9A-uOVpMuoVKm2Kt7NCqKtAmP2N1z-Q11nGvYs6KTjCqWUcrfu05N0rrwVYs00iCNIcXoLGY2fhCva4nToiC0WYIGUxew4MwR_TJzsay5iRi3/s400/2.png



Bagan Gantt
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiunYlq0V15-fpP8-MefGjwfBgI6DWtG8ZgwWOdVIKtxwTNdVFRtNcKYTc6gqzlvH1RVCh5ldftBBdNqfX0gSwLzw8Pt98caZr4N_JIXtBLdzTRJpUP-CHA6e5a1lYqJDwoK4i_3JRBkGp1/s320/3.png


  
Alat management proyek enterprise

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8aPaIpiZB3U6K0FAOZJ-DEMJWB0W-MwVbd1BlNuv0nE-3qJ9V4L_V_013JGafEa7STtS23CLQjVh9xJKOK-5JpQUIQ_y69Hj3rPXlwfzXNxxxUZ1WDBXHGqAelNiev5oP5EvENMgp8DLw/s320/4.png



    1. Profesidan Sertifikasi Manajemen Proyek

Profesi Manajemen Proyek :
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan.

Sertifikasi Manajemen Proyek :
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada.

    1. Etika dalam Manajemen Proyek

Seorang PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian penting dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab secara professional.

    1. Manajemen Proyek Software

Enterprise Proyek Manajemen software mengintegrasikan informasi dari beberapa proyek untuk memperlihatkan status proyek-proyek yang telah disetujui, aktif, dan akan datang dalam seluruh organisasi Juga menyediakan link pada informasi yang lebih detail mengenai suatu proyek tertentu.



DAFTAR PUSTAKA

Sumber :
http://agungnetworks.blogspot.co.id/2013/10/1-pengenalan-manajemen-proyek.html
Information Technology Project Management, 5th Edition”, by Kathy Schwalbe, Thompson Course Technology, Boston – Massachusetts, 2007, Chapter 1 (ibm@ilkom.unud.ac.id)
videonya :